Sabtu, 20 Desember 2025

Berani tidak disukai?


Banyak orang ingin berubah, tapi sedikit yang benar-benar mau membayar harganya. Kita ingin hidup lebih tenang, lebih fokus, dan lebih bermakna—namun tetap ingin disukai semua orang. Di sinilah konflik dimulai. Keinginan untuk diterima sering kali membuat kita menunda keputusan penting, menahan langkah, dan akhirnya hidup setengah-setengah.

Masalahnya bukan pada masa lalu, trauma, atau keadaan. Masalahnya adalah tujuan yang kita pilih hari ini. Tanpa sadar, banyak orang menggunakan masa lalu sebagai alasan untuk tetap diam. Bukan karena tidak mampu berubah, tapi karena perubahan berarti kehilangan kenyamanan lama—termasuk citra diri yang selama ini dipertahankan di mata orang lain.

Solusinya sederhana, meski tidak mudah: pisahkan tugasmu dari tugas orang lain. Apa yang orang pikirkan tentangmu bukan urusanmu. Tugasmu adalah bertindak sesuai nilai, tujuan, dan tanggung jawab pribadi. Begitu batas ini jelas, energi yang sebelumnya habis untuk mencari validasi akan kembali utuh untuk hal yang benar-benar penting.

Keberanian bukan tentang melawan dunia, tapi tentang berhenti mengatur dunia agar menyukaimu. Saat kamu fokus pada kontribusi—bukan pengakuan—hubungan berubah. Kompetisi berubah menjadi kolaborasi. Percakapan berubah menjadi pemahaman. Dan pekerjaan berubah menjadi sarana bertumbuh, bukan ajang pembuktian diri.

Pada akhirnya, hidup tidak menunggu sampai semua orang setuju denganmu. Hidup berjalan sekarang, di sini, pada momen ini. Ketika kamu berani tidak disukai, kamu justru mulai hidup dengan jujur. Dan dari situlah ketenangan, fokus, dan makna pelan-pelan muncul—bukan karena dunia berubah, tapi karena kamu berubah.

Learning vs Studying



Banyak orang mengira belajar berarti duduk lama dengan buku terbuka. Padahal itu baru setengah dari prosesnya. Membaca, menonton video, atau mendengarkan guru hanyalah aktivitas memasukkan informasi. Itulah yang disebut studying.

Masalahnya, informasi yang hanya masuk sering cepat keluar. Seperti makan tanpa mencerna. Kamu merasa sibuk, merasa pintar, tapi beberapa hari kemudian isinya hilang. Ini sebabnya banyak orang “sudah belajar” tapi tetap bingung saat harus praktik.

Learning adalah bagian yang lebih sunyi. Saat informasi mulai nyambung, masuk akal, dan bisa kamu jelaskan dengan kata-katamu sendiri. Saat kamu bisa memakai pengetahuan itu di dunia nyata, tanpa membuka catatan.

Jadi jangan bangga karena lama belajar. Ukur dari apa yang tinggal. Kalau kamu bisa menggunakan, mengajarkan, atau mengambil keputusan lebih baik dari sebelumnya—itulah belajar yang sebenarnya.

Rabu, 10 Desember 2025

Stop Worrying. Start Doing

 


Meme ini sederhana, tapi menyimpan aturan hidup yang kuat:

  • Kalau tidak ada masalah → jangan cemas.
  • Kalau ada masalah → tanya, “Bisa saya lakukan sesuatu?”
  • Kalau bisa → lakukan.
  • Kalau tidak bisa → terima.

Kebanyakan kecemasan muncul karena masalahnya tidak didefinisikan. 

Kamis, 04 Desember 2025

Apa itu keji dan munkar ?

 


Kita semua punya target. Kita tahu apa yang harus dilakukan: bangun lebih awal, olahraga, fokus bekerja, belajar keterampilan baru. Tapi kita tidak melakukannya. Mengapa?

Kita terjebak dalam siklus yang saya sebut Munkar dan Keji. Ini bukan konsep agama. Ini adalah realitas psikologis yang menghancurkan produktivitas dan kepuasan hidup. 

Mengapa Anda Mengkhianati Diri Sendiri? Dan Bagaimana Berhenti Melakukannya. 

5 Jenis Cognitive Load dan Apa Hubungannya Dengan Status Sosioekonomi Individu?

Mengapa Cognitive Load Membuat Hidup Terasa Berat — Terutama bagi Mereka yang Hidup Pas-pasan Banyak orang mengira kemiskinan itu soal uang....