Pasar global diguncang ketidakpastian pasca-pemberlakuan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat. Indeks saham di berbagai negara mengalami penurunan signifikan. S&P 500 terpangkas hampir 14%, disusul Dow Jones yang turun 12%, dan Nasdaq merosot 16%. Di Asia, kondisi tak jauh berbeda—Nikkei 225 Tokyo anjlok 7,8%, Hang Seng Hong Kong terjun bebas 13,2%, dan Shanghai Composite kehilangan 7,3%. Taiwan dan Korea Selatan juga tak luput dari tekanan, dengan Taiex turun 9,7% dan Kospi merosot 5,6%. Bahkan pasar di Australia dan Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Inggris ikut terimbas, masing-masing kehilangan 4,2% hingga 5,8%.
Langganan:
Postingan (Atom)
99% Orang Salah Pahami Hukum Sebab Akibat
Kamu pernah nggak, ngerasa udah usaha keras banget — tapi hasilnya nggak kelihatan? Lalu kamu nyimpulin: "Ini nggak kerja." Teru...
-
Banyak profesional berpendidikan tinggi tetap tersandung keputusan finansial yang buruk. Ada jarak yang tidak banyak orang sadari antara kec...
-
Pernah denger kata " prudent " terus bingung arti sebenernya apa? Tenang, kamu nggak sendirian. Kata ini emang lagi naik daun, apa...
-
Antara "believe" dan "belief" — satu kata kerja, satu kata benda, dan jurang yang sering kita abaikan.