Jumat, 16 Januari 2026

5 Jenis Cognitive Load dan Apa Hubungannya Dengan Status Sosioekonomi Individu?


Mengapa Cognitive Load Membuat Hidup Terasa Berat — Terutama bagi Mereka yang Hidup Pas-pasan

Banyak orang mengira kemiskinan itu soal uang.
Padahal, sering kali kemiskinan adalah soal beban otak.

Namanya: cognitive load.

Apa Itu Cognitive Load?

Cognitive load adalah total beban yang sedang ditanggung otak pada satu waktu.

Bayangkan otak seperti gelas kosong.

Setiap masalah:

  • mengisi gelas itu

  • menaikkan volumenya

  • mendekatkannya ke titik tumpah

Masalahnya bukan satu tetes.
Masalahnya gelas yang tidak pernah dikosongkan.

Sabtu, 20 Desember 2025

Berani tidak disukai?


Banyak orang ingin berubah, tapi sedikit yang benar-benar mau membayar harganya. Kita ingin hidup lebih tenang, lebih fokus, dan lebih bermakna—namun tetap ingin disukai semua orang. Di sinilah konflik dimulai. Keinginan untuk diterima sering kali membuat kita menunda keputusan penting, menahan langkah, dan akhirnya hidup setengah-setengah.

Masalahnya bukan pada masa lalu, trauma, atau keadaan. Masalahnya adalah tujuan yang kita pilih hari ini. Tanpa sadar, banyak orang menggunakan masa lalu sebagai alasan untuk tetap diam. Bukan karena tidak mampu berubah, tapi karena perubahan berarti kehilangan kenyamanan lama—termasuk citra diri yang selama ini dipertahankan di mata orang lain.

Solusinya sederhana, meski tidak mudah: pisahkan tugasmu dari tugas orang lain. Apa yang orang pikirkan tentangmu bukan urusanmu. Tugasmu adalah bertindak sesuai nilai, tujuan, dan tanggung jawab pribadi. Begitu batas ini jelas, energi yang sebelumnya habis untuk mencari validasi akan kembali utuh untuk hal yang benar-benar penting.

Keberanian bukan tentang melawan dunia, tapi tentang berhenti mengatur dunia agar menyukaimu. Saat kamu fokus pada kontribusi—bukan pengakuan—hubungan berubah. Kompetisi berubah menjadi kolaborasi. Percakapan berubah menjadi pemahaman. Dan pekerjaan berubah menjadi sarana bertumbuh, bukan ajang pembuktian diri.

Pada akhirnya, hidup tidak menunggu sampai semua orang setuju denganmu. Hidup berjalan sekarang, di sini, pada momen ini. Ketika kamu berani tidak disukai, kamu justru mulai hidup dengan jujur. Dan dari situlah ketenangan, fokus, dan makna pelan-pelan muncul—bukan karena dunia berubah, tapi karena kamu berubah.

Learning vs Studying



Banyak orang mengira belajar berarti duduk lama dengan buku terbuka. Padahal itu baru setengah dari prosesnya. Membaca, menonton video, atau mendengarkan guru hanyalah aktivitas memasukkan informasi. Itulah yang disebut studying.

Masalahnya, informasi yang hanya masuk sering cepat keluar. Seperti makan tanpa mencerna. Kamu merasa sibuk, merasa pintar, tapi beberapa hari kemudian isinya hilang. Ini sebabnya banyak orang “sudah belajar” tapi tetap bingung saat harus praktik.

Learning adalah bagian yang lebih sunyi. Saat informasi mulai nyambung, masuk akal, dan bisa kamu jelaskan dengan kata-katamu sendiri. Saat kamu bisa memakai pengetahuan itu di dunia nyata, tanpa membuka catatan.

Jadi jangan bangga karena lama belajar. Ukur dari apa yang tinggal. Kalau kamu bisa menggunakan, mengajarkan, atau mengambil keputusan lebih baik dari sebelumnya—itulah belajar yang sebenarnya.

Rabu, 10 Desember 2025

Stop Worrying. Start Doing

 


Meme ini sederhana, tapi menyimpan aturan hidup yang kuat:

  • Kalau tidak ada masalah → jangan cemas.
  • Kalau ada masalah → tanya, “Bisa saya lakukan sesuatu?”
  • Kalau bisa → lakukan.
  • Kalau tidak bisa → terima.

Kebanyakan kecemasan muncul karena masalahnya tidak didefinisikan. 

Kamis, 04 Desember 2025

Apa itu keji dan munkar ?

 


Kita semua punya target. Kita tahu apa yang harus dilakukan: bangun lebih awal, olahraga, fokus bekerja, belajar keterampilan baru. Tapi kita tidak melakukannya. Mengapa?

Kita terjebak dalam siklus yang saya sebut Munkar dan Keji. Ini bukan konsep agama. Ini adalah realitas psikologis yang menghancurkan produktivitas dan kepuasan hidup. 

Mengapa Anda Mengkhianati Diri Sendiri? Dan Bagaimana Berhenti Melakukannya. 

Rabu, 26 November 2025

Kenapa Tujuan Kamu Tidak Berhasil (Dan Apa Yang Harus Dilakukan)


Orang-orang datang kepada saya untuk satu alasan utama: mereka stuck.

Mereka punya mimpi besar. Hal-hal yang ingin mereka bangun, capai, dan alami dalam hidup. Tapi minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun—tidak ada yang terjadi. Waktu tergelincir dari jari mereka seperti pasir.

Jadi mereka mencari jawaban tentang tujuan.

Tujuan itu penting. Mereka memberimu destinasi. Tanpa tujuan, kamu akan berkelana tanpa arah. Tapi kebanyakan orang salah paham tentang tujuan—apa itu, apa fungsinya, dan di mana mereka gagal.

Menetapkan Tujuan Tidak Berhasil

Inilah kebenarannya: menetapkan tujuan saja tidak melakukan apa-apa.

Tujuan bukan sihir. Mereka tidak mengubah hidupmu hanya dengan ada di kepala atau di atas kertas. Yang penting adalah apa yang terjadi setelah kamu menetapkan tujuan—proyek yang kamu bangun untuk mencapainya.

Proyek adalah tempat pekerjaan nyata terjadi. Di mana ide bertemu aksi. Di mana rencana di pikiranmu menjadi kenyataan.

Pikirkan seperti ini: tujuan adalah destinasimu. Proyek adalah kendaraanmu.

Tujuan Tanpa Proyek Hanyalah Mimpi

Biar saya langsung: jika kamu punya tujuan tanpa proyek yang menyertainya, kamu sedang bermimpi.

Kebanyakan orang pikir mereka punya tujuan menulis. Tidak. Mereka punya mimpi menulis. Sama dengan olahraga. Sama dengan belajar bahasa.

Di awal 20-an, saya bermimpi bekerja di Jakarta di perusahaan BUMN. Saya terus membicarakannya. Membuat daftar perusahaan mana yang akan saya masuki. Membayangkan karir yang akan saya miliki.

Lalu suatu malam, ada yang klik.

Mimpi itu menjadi proyek. Saya memutuskan untuk melamar ke beberapa perusahaan BUMN di Jakarta.

Proses lamarannya brutal. Tes psikometri. Medical check. Beberapa putaran wawancara. Persyaratan administratif yang tak ada habisnya. Butuh lebih dari setahun hanya untuk melewati prosesnya.

Tahun itu mengubah hidup saya.

Setiap mimpi menunggu momen ketika kamu berkomitmen dan mengambil langkah praktis pertama. Saat itulah mimpi menjadi tujuan.

Proyek Tanpa Tujuan Hanyalah Hobi

Sekarang balik: kamu punya proyek tapi tidak ada tujuan.

Itu hobi.

Kamu melakukan sesuatu—mungkin banyak—tapi kamu tidak pergi ke mana-mana yang spesifik. Kamu hanya bersenang-senang. Yang mana tidak apa-apa, tapi jujurlah tentang itu.

Kamu bilang ingin meningkatkan budgeting. Tapi kamu tidak mengukur progres. Kamu tidak melacak hasil akhir. Kamu maju dua langkah, mundur tiga langkah.

Tanpa tujuan, usahamu tidak punya arah.

Hobi tidak buruk. Mereka memberi makna dan tekstur pada hidup. Kamu tidak perlu hebat di semua hal. Tidak semua hal perlu menjadi side hustle.

Ketika kamu memisahkan proyek dari hobi, keduanya membaik. Kamu bekerja keras ketika itu penting. Kamu benar-benar rileks ketika waktunya istirahat. Tidak ada kebingungan antara keduanya.

Kerangka Kerja

Ini semuanya dalam satu kalimat:

Proyek tanpa tujuan adalah hobi. Tujuan tanpa proyek adalah mimpi.

Tanya dirimu:

Tujuan apa dalam hidupmu yang sebenarnya adalah mimpi?

Proyek apa dalam hidupmu yang sebenarnya adalah hobi?

Ketika kamu memutuskan untuk berhenti bermimpi dan berhenti mengutak-atik, kamu butuh dua hal: tujuan yang menginspirasimu dan memberi arah, dan proyek yang membuatnya nyata.

Bagaimana Saya Tetap Konsisten

Perubahan terbesar dalam kemampuan saya menyelesaikan proyek-proyek penting datang dari membangun apa yang saya sebut Second Brain—sistem manajemen pengetahuan pribadi.

Ini membantu saya menangkap ide, mengorganisir informasi, dan memajukan proyek secara konsisten. Jika kamu tertarik membangun Second Brain-mu sendiri, ada banyak sumber dan metode yang bisa kamu jelajahi untuk menciptakan sistem yang cocok untukmu.

Saya harap ini beresonansi denganmu. Saya berharap yang terbaik untuk proyek, tujuan, mimpi, dan hobimu.

Senin, 24 November 2025

Kenapa Otak Mengabaikan Tujuan yang Samar (Dan Apa yang Harus Dilakukan)



Dulu saya sering menetapkan tujuan seperti "Saya ingin sukses" atau "Saya ingin lebih sehat."

dan Tidak ada yang terjadi.

Kemudian saya mempelajari sesuatu tentang cara kerja otak yang sebenarnya. Khususnya tentang jaringan kecil neuron yang disebut Reticular Activating System (RAS).

Memahami ini mengubah segalanya. 

5 Jenis Cognitive Load dan Apa Hubungannya Dengan Status Sosioekonomi Individu?

Mengapa Cognitive Load Membuat Hidup Terasa Berat — Terutama bagi Mereka yang Hidup Pas-pasan Banyak orang mengira kemiskinan itu soal uang....