Jadi Pemimpin Itu Gak Dimulai dari Jabatan, Tapi dari Dalem Pikiran Kita
Pernah gak sih, ngelihat seorang bos yang terlihat in control banget? Pas tim lagi panik, dia cool aja. Pas ada masalah besar, dia kayak punya radar yang nuduhnya jalan keluar. Dulu gue pikir itu bakat bawaan lahir. Atau mungkin karena dia punya gelar MBA dari kampus mahal.
Tapi semakin gue amati, gue sadar satu hal: itu bukan soal skill ngomong di depan umum atau bisa baca spreadsheet yang ribet. Itu soal sesuatu yang jauh lebih dalem. Sesuatu yang dimulai dari bagaimana dia memimpin dirinya sendiri sejak dalam pikiran.
Iya, persis seperti konsep “adil sejak dalam pikiran” yang lagi inspiratif itu. Kalau keadilan harus lahir dari pikiran yang sudah dibiasakan adil, maka kepemimpinan juga harus lahir dari pikiran yang sudah dilatih untuk memimpin.
Dan percayalah, medan perang pertama seorang pemimpin bukan di kantor atau di meeting room. Tapi di dalam kepalanya sendiri.
Memimpin Sejak Dalam Pikiran = Jadi Sutradara bagi Drama Pikiran Kita
Coba deh diingat. Setiap hari, di kepala kita itu seperti ada radio yang terus nyala. Narasinya campur aduk:
- “Ah, deadline-nya masih lama, nanti aja kerjain.”
- “Wah, pasti gue bakal gagal presentasi nih.”
- “Dia sih pasti lebih pinter dari gue.”
Nah, “memimpin sejak dalam pikiran” itu artinya lo ambil alih kendali radio itu. Lo yang jadi sutradara dan penulis naskahnya, bukan cuma pendengar pasif.
Lo ganti narasinya jadi:
- “Oke, kerjain 30 menit sekarang aja, biar besok ringan.”
- “Gue udah persiapan semaksimal mungkin, hasilnya nanti kita lihat, yang penting usaha dulu.”
- “Wah, keren dia, gue bisa belajar apa ya darinya?”
Ini bukan positive thinking ala kadarnya. Ini soal kesadaran penuh bahwa kitalah yang pegang kendali atas narasi itu. Dan narasi itulah yang nentuin semua tindakan kita selanjutnya.
Memimpin Diri Sendiri : Ujian Sebenarnya Sebelum Memimpin Orang Lain
Ini nih bagian yang paling menohok. Gimana lo mau minta tim lo disiplin kalau lo aja kerjaannya scroll-scroll medsos melulu?
Gimana lo mau minta mereka jujur, kalau lo sendiri sering cut corners?
Gimana lo mau menenangkan tim yang lagi panik, kalau lo aja gampang banget tersulut emosi?
Memimpin diri sendiri adalah latihan sehari-hari yang tanpa kompromi.
- Lo lagi kesel banget karena project ditolak client. Sebelum meluapkan isi hati ke chat grup tim, lo ambil napas dulu. Lo pimpin emosi lo. “Oke, mari kita klarifikasi dulu, jangan emosi dulu.” Itu adalah aksi kepemimpinan.
- Lo lagi males banget buat ngerjain laporan yang membosankan. Tapi lo tau ini tanggung jawab. Lo matiin notifikasi, buka laptop, dan bilang ke diri sendiri, “Ayo, 25 menit fokus, abis itu istirahat.” Itu adalah aksi kepemimpinan.
- Lo lagi pengen banget nyalahin orang lain karena suatu kesalahan. Tapi lo berhenti sejenak dan refleksi: “Apa bagian yang bisa gue perbaikin? Apa gue udah komunikasi dengan jelas?” Itu adalah aksi kepemimpinan.
Lihat? Kepemimpinan itu dimulai dari hal-hal kecil dan sunyi yang cuma lo sendiri yang tau.
Lalu, Apa Hubungannya dengan Memimpin Orang Lain?
Ini hubungannya langsung banget. Ketika lo sudah jadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri, efeknya itu tumpah ke sekitar lo.
- Kredibilitas Naik: Orang lain ngerespek lo bukan karena jabatan lo, tapi karena mereka liat lo jalanin apa yang lo omongin. Mereka percaya karena lo konsisten.
- Energi Lo Beda: Karena pikiran lo udah terlatih untuk fokus pada solusi, tim lo akan nularin energi tenang dan positif itu. Lo jadi thermostat yang ngatur suhu ruangan, bukan thermometer yang cuma ngukur aja.
- Lo Jadi Lebih Tangguh: Ketika masalah besar datang, lo udah punya “otot” mental yang kuat berkat latihan-latihan kecil setiap hari memimpin diri sendiri. Lo gak gampang patah, dan itu yang bikin tim lo merasa aman.
Jadi, sebelum lo memimpikan buat memimpin tim besar, memimpin proyek hebat, atau memimpin sebuah organisasi…
Pimpinlah diri lo sendiri dulu.
Mulai dari hal yang paling sederhana: memimpin pikiran, emosi, dan disiplin lo hari ini.
Karena pada akhirnya, pemimpin terbesar yang harus kita hadapi setiap hari adalah diri kita sendiri. Kalau kita sudah menang melawan musuh yang di dalam, memimpin dunia yang di luar akan terasa jauh lebih ringan.
Selamat berperang dengan diri sendiri, calon pemimpin!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar