Senin, 18 Agustus 2025

Jangan ngeluh kalo masalah kok ga kelar kelar, sebelum tahu makna dibaliknya ini

 


“Baiklah. Sekarang beri tahu saya mengapa hidup jadi begitu rumit?”

“Hidup itu tidaklah rumit. Yang rumit adalah cara kamu menyikapi hidup.

“Saya khawatir akan masa depan saya, masa depan anak anak saya, apalagi di era sekarang tidak ada yang gratis.”

“Rasa khawatir adalah sikap yang membuang waktu. Tidak akan mengubah apapun, bahkan bisa membuamu kehilangan keceriaan karena sibuk melakukan banyak hal untuk terhindar dari yang dikhawatirkan. Rasa khawatir itu adalah permainan iblis untuk membuatmu lupa kepada Tuhan dan lebih percaya kepada dirimu sendiri.”

“Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian?”

“Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

“Tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian sehingga menimbulkan penderitaan..”
“Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.”

“Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?”

“Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang harus melewati waktu dengan rasa sakit akibat penderitaan dan kekecewaan. Begitulah cara Tuhan membuat manusia menjadi lebih baik karena waktu,” Jawab saya.

“Maksudnya, karena proses waktu, pengalaman pahit oleh berbagai sebab adalah bagian dari proses untuk menjadi sempurna?”

“Ya, pengalaman adalah guru terbaik. Guru pengalaman memberikan ujian terlebih dahulu agar kita paham dan bijak. Guru sekolah memberikan pemahaman terlebih dahulu agar kita siap diuji.”

“Tertapi, mengapa kita harus melalui semu ujian itu ? Mengapa kita tidak dapat hidup bebas dari masalah?”

“Jika masalah tidak ada, potensi seseorang akan terpendam atau tersimpan. Potensi orang akan keluar bila dia punya masalah. Ini adalah standar kehidupan manusia. Orang yang takut dengan masalah adalah orang yang takut berbuat dan dia tidak akan bisa membangkitkan potensi terpendamnya.”

“Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini saya tidak tahu ke mana harus melangkah..”

“Jika kamu melihat ke luar, kamu tidak akan tahu ke mana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

“Kadang-kadang kegagalan membuat saya menderita. Apa yang dapat saya lakukan?”

“Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu. Kompas itu adalah agama.”

Dia terdiam agak lama. “Kadang saya ingin jadi wirausaha agar punya penghasilan lebih tapi saya takut risikonya. Takut gagal,” katanya kemudian.

“Risiko tidak seharusnya dihindari tapi harus dihadapi. Mungkin kamu bisa menghindari risiko dan terhindar dari kekecewaan dan kesedihan akibat kegagalan. Tapi kamu tidak akan mendapatkan apa-apa, kamu bukan siapa-siapa. Sementara dengan risiko yang kamu hadapi itu, kamu akan tumbuh dan berkembang dari rasa sakit dan kecewa akibat kegagalan, belajar arti mencintai dan menghargai hidup.

“Di saat saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?”

“Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu syukuri yang sudah kau peroleh, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh. Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhenti berkeluh kesah dengan keadaan. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian tapi sebuah proses penciptaan. Besar kecilnya hasil hanyalah Tuhan yang menilai.”

“Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?”

“Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalah. Peganglah hari ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.”

Kembali dia terdiam agak lama. “Mengapa Tuhan belum menjawab doa saya?”

“Allah sedang menambahan kesabaran pada dirimu dan Allah cinta kepada orang yang sabar. Saat kelak Allah menjawab doamu dan mengabulkannya, imanmu sudah kuat dan bisa bijak menerima pemberian Allah. Ingatlah, Allah selalu memilih yang terbaik untuk kita dan tentu pada saat yang terbaik pula.”

“Saya merasa Allah melupakan saya karena doa saya tidak terkabulkan.”

“Berhentilah menduga-duga doa tidak terkabulkan. Mengapa mulai hari ini kamu tidak mencoba menerima saja yang Tuhan berikan? Cobalah, kamu akan merasakan bahwa sebetulnya doa kamu sudah lama Allah kabulkan hanya saja kamu tidak pernah berterima kasih kepada Allah. Kamu terus meminta dan meminta sehingga lupa bersyukur.”

“Terima kasih, Pak, untuk nasihatnya. Semuanya jelas dan mudah dipahami.”

“Terima kasih kembali.”

 source : Babo EJB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Tujuan Kamu Tidak Berhasil (Dan Apa Yang Harus Dilakukan)

Orang-orang datang kepada saya untuk satu alasan utama: mereka stuck. Mereka punya mimpi besar. Hal-hal yang ingin mereka bangun, capai, dan...