Ever felt like the universe is trying to tell you something?
Mungkin itu perasaan gut feeling yang kuat untuk tidak mengambil sebuah tawaran kerja, atau bertemu orang yang sama secara tidak sengaja tiga hari berturut-turut. Atau, badan yang tiba-tiba drop dan memaksamu untuk istirahat.
Kita sering menyebutnya pertanda.
Tapi, bukan pertanda mistis kayak di film yang berhubungan dengan nasib. Ini lebih tentang petunjuk halus dari alam bawah sadar, tubuh, dan lingkungan sekitar kita yang sering kita abaikan karena sibuk.
Pertanda itu seperti alarm reminder dari hidup. Sayangnya, kita sering memencet tombol "snooze" lagi dan lagi.
Lalu, pertanda seperti apa yang sering kita temui?
1. Tubuhmu yang
mulai "protes". Sakit kepala terus-menerus, mudah lelah, atau
anxiety yang tiba-tiba muncul bisa jadi pertanda bahwa kamu butuh istirahat
atau ada yang salah dengan rutinitasmu.
2. Perasaanmu yang
tidak nyaman. Perasaan cemas atau gelisah di suatu situasi tertentu, padahal
secara logika baik-baik saja. Itu seringkali pertanda untuk lebih waspada.
3. Hal-hal yang
berulang. Kamu terus melihat quote yang sama di media sosial, atau
orang-orang membicarakan topik yang serupa. Atau kamu merasa income kamu bocor terus ga bisa nabung. Bisa jadi itu adalah jawaban yang
sedang kamu cari.
4. Kegagalan yang
menyelamatkanmu. Gagal dapat job yang sangat kamu incar, ternyata perusahaan
itu bangkrut 3 bulan kemudian. Itu pertanda bahwa kamu sedang dilindungi dari
jalan yang salah.
5. Kejadian tidak
terduga yang mengubah rencana. Terlambat pesawat, meeting dibatalkan, atau
hujan deras yang menggagalkan jalan-jalan. Daripada marah, coba tanya,
"Apa hal positif dari peristiwa ini ya?"
Terus, gimana caranya agar nggak abai sama pertanda-pertanda ini?
Slow Down
Sesibuk apa pun, luangkan waktu untuk diam sejenak. Dalam kesunyian, suara hati
dan petunjuk kecil itu paling mudah terdengar.
Jurnal-ing
Tulis perasaan dan kejadian aneh yang kamu alami. Dengan menuliskannya, polanya
akan lebih mudah terlihat.
Dengarkan Tubuhmu.
Dia bukan musuh. Kalau capek, ya istirahat. Itu pertanda yang paling
jelas tapi paling sering diignore.
Trust Your Gut
Naluri kita adalah sistem navigasi tertua dan paling canggih. Jika
sesuatu terasa tidak right, mungkin memang tidak right.
Bertanya pada Diri Sendiri
"Apa yang coba disampaikan oleh situasi ini
kepadaku?" Ubah pertanyaannya dari "Why is this happening to
me?" menjadi "What is this teaching me?".
Hidup itu penuh dengan percakapan halus. Pertanda adalah
bahasanya.
Jadi, lain kali kamu merasa dapat "pertanda",
jangan buru-buru disingkirkan. Berhenti sebentar, dengarkan. Bisa jadi itu
adalah cara duniamu membisikkan arah yang tepat.**
Your journey is guided. You just have to pay attention.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar