Minggu, 04 Mei 2025

Indonesia Bukan Negara Kaya SDA

 

TL;DR: Teknologi baru bikin peta kekayaan sumber daya alam (SDA) dunia ke‑reset. Rusia, AS, sampai Kanada meroket, sementara Indonesia terlempar dari top‑10. Kok bisa? Yuk bedah satu‑satu.


1. Game‑Changer: Teknologi Bikin Ranking Berubah Total

  • Rare Earth Extraction, plasma metallurgy, biotech, nanotech, CRISPR‑an tanaman—semua bikin “emas baru” di planet ini bukan lagi minyak atau batubara.
  • Data Visual Capitalist 2021, IEA 2022, World Bank 2024: Top‑10 negara “SDA Sultan” sekarang:
    Rusia, AS, Arab Saudi, Kanada, Iran, Tiongkok, Brasil, Australia, Irak, Venezuela.
    Indonesia? Bye dulu. 

2. Why Mereka Bisa di Puncak?

Negara

“Senjata Andalan”

Kenapa Mahal Banget?

Rusia

Gas Neon hasil “ngulik” smelter baja

Bahan krusial buat laser UV di pabrik chip. 1 kg = harga 1.000 ton batubara!

AS

Shale Gas

78% gas alamnya dari sini → energi murah, CO₂ lebih rendah vs batubara.

Kanada

Lithium di Manitoba & Quebec

Baterai LFP (dipopulerkan BYD) pakai lithium, bukan nikel. Nilai tambahnya tinggi.

Tiongkok

Rare Earth Mongolia & Xinjiang

Pegang rantai pasok high‑tech dari hulu ke hilir.

Iran

Rare Earth fresh dari riset

Belum mass‑prod, tapi potensinya bikin Iran “Saudi 2.0” dalam 3 tahun.

(negara lain—Arab Saudi, Brasil, Aus, Irak, Venezuela—masih strong di minyak & mineral klasik, tapi value‑nya turun pelan‑pelan).

 


3. Kenapa Indonesia Tersisih?

  1. Nikel kena “checkmate”.
    • Baterai LFP > baterai nikel. LG mundur, BYD gaspol.
    • Nikel jadi critical tapi bukan lagi sexy.
  2. Migas menipis.
    • Dulu eksportir, sekarang impor karena cadangan & teknologi kalah cepat.
  3. Batubara sunset.
    • Panel surya & energi terbarukan makin murah, batubara jadi plan B.
  4. Leadership & mindset.
    • Riset & kampus kurang dilibatin, politik lebih pro‑dagang jangka pendek.

4. Lesson Learned: Main Catch‑Up, Bukan Main Kasihan

  • Boost R&D. Dukung riset material baru, jangan cuma ekspor raw material.
  • Build downstream. Kalau punya mineral, kembangkan pabrik ubahannya di dalam negeri.
  • Tech‑friendly policy. Regulasi yang dorong investor high‑tech, bukan cuma gali‑angkut.

Hot take: Kalau kita masih bangga jual nikel mentah, siap‑siap jadi penonton ketika negara lain jual produknya 100× lipat harga bahan baku kita.


🚀 Penutup

Generasi kita nggak bisa lagi ngandelin “alam Indonesia kaya”. Kekayaan sekarang bukan soal gali tanah, tapi gali ilmu & inovasi. Yuk switch dari resource‑based ke brain‑based economy sebelum benar‑benar ketinggalan kereta!

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Tujuan Kamu Tidak Berhasil (Dan Apa Yang Harus Dilakukan)

Orang-orang datang kepada saya untuk satu alasan utama: mereka stuck. Mereka punya mimpi besar. Hal-hal yang ingin mereka bangun, capai, dan...