Lo tau ga, apa bedanya antara rich dan wealthy? Kadang orang suka nyamain dua istilah ini, padahal sebenarnya mereka beda jauh, lho. Menurut gue pribadi, banyak orang pengin jadi rich, tapi cuma sedikit yang paham gimana caranya jadi wealthy.
Jadi, kalau kita ngomongin rich, it’s all about punya banyak uang atau penghasilan besar. Misalnya, lo kerja di bidang yang gajinya fantastis, atau lo punya bisnis yang lagi booming. Tapi, being rich itu nggak selalu berarti lo financially secure. Kenapa? Karena sering banget orang yang rich punya gaya hidup super mewah yang bikin duit mereka habis lebih cepat dari yang kita kira. Lo tau kan cerita artis atau seleb yang kelihatannya kaya banget, tapi ternyata bankrupt karena spending-nya nggak terkontrol? atau terkena musibah penyakit kritis.
Nah, beda lagi sama wealthy. Kalau lo wealthy, lo nggak cuma punya banyak duit, tapi lo juga punya aset dan sistem yang bikin duit lo terus bertambah, even kalau lo nggak ngapa-ngapain. Wealthy itu soal long-term sustainability. It’s not about how much you earn, tapi lebih ke gimana cara lo manage dan grow your wealth. Misalnya, lo punya properti yang tiap bulan kasih passive income, investasi di saham yang terus ngasih dividen dan punya proteksi income dan aset hingga skenario estate planning (waris).
Let’s reflect a bit. Apa lo ngerasa selama ini lo cuma fokus jadi rich?
Kalau lo cuma ngejar penghasilan besar tanpa mikirin gimana caranya bikin aset lo berkembang, ya lo bakal stuck di level itu. And honestly, being rich bisa bikin lo capek juga, karena lo harus terus hustle buat maintain penghasilan besar tadi. Tapi kalau lo fokus ke building wealth, lo akan sampai di titik di mana aset lo yang kerja buat lo, bukan sebaliknya.
Contoh simpel deh. Orang rich mungkin punya penghasilan Rp100 juta per bulan, tapi mereka habisin Rp90 juta buat beli barang branded, liburan mewah, dan gaya hidup lainnya. Sementara orang wealthy mungkin cuma punya penghasilan Rp50 juta per bulan, tapi mereka invest sebagian besar dari itu ke properti, saham, atau bisnis serta alokasi ke polis asuransi untuk manajemen risiko. Ujung-ujungnya, yang wealthy bakal punya financial freedom lebih lama dibanding yang rich.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar