So, basically, inflamasi tuh kayak respons tubuh lo kalo ada yang nyerang, misal kayak luka atau infeksi, terus sistem imun lo ngirim "tentara" buat beresin. Ada dua tipe nih: akut, yang cepat dan beres dalam beberapa hari, kayak "perbaikan cepat", dan kronis, yang kayak masalah yang nggak kelar-kelar dan malah bikin penyakit lain nongol, kayak heart disease, diabetes, sampai autoimun. Jadi, kalo lo nggak jaga tubuh lo baik-baik, bisa jadi lo bikin inflamasi ini mampir lama!
Jadi basically inflasi itu respons natural tubuh ya?
Iya, bener banget, inflasi (eh maksudnya inflamasi) itu respons natural tubuh lo buat lawan sesuatu yang dianggap berbahaya, kayak infeksi atau cedera. Sistem imun bakal otomatis ngirim "pasukan" buat ngelawan dan nyembuhin. Jadi sebenernya sih, bagus buat proses penyembuhan. Tapi kalo terlalu lama atau terjadi terus-menerus (alias kronis), bisa malah jadi bikin lo kena penyakit lain yang lebih serius. Lumayan drama, ya kan?
Pada penderita overweight, obesity, dia katanya ada inflamasi terus2an? atau peningkatan risiko mengalami inflamasi ? benarkah?
Iya, bener banget! Jadi, kalo lo overweight atau obesitas, ada yang namanya low-grade chronic inflammation alias inflamasi ringan tapi terus-terusan. Ini karena lemak berlebih, terutama visceral fat (lemak di sekitar organ), bisa ngeluarin zat-zat yang bikin sistem imun lo terus-terusan aktif, kayak lagi perang panjang. Akhirnya, risiko lo buat kena penyakit kayak diabetes, jantung, atau masalah metabolik lainnya juga naik. Jadi, tubuh lo kayak "kebakaran kecil" yang nggak pernah kelar. Nggak keren, kan?
Oke, misal lo penderita, nah jelasin dong lebih detail kata2 lo tentang "bisa ngeluarin zat-zat yang bikin sistem imun lo terus-terusan aktif, kayak lagi perang panjang"..
Oke, jadi gini. Kalau lo overweight atau obesitas, lemak yang numpuk di tubuh lo, terutama lemak di perut (visceral fat), nggak cuma diem aja. Lemak ini bisa ngeluarin zat-zat kayak cytokines, yang bikin sistem imun lo nyangka ada musuh.
Akhirnya, sistem imun lo terus-terusan "siaga satu", kayak lagi perang panjang. Ini yang bikin inflamasi nggak pernah berenti, meskipun nggak ada ancaman nyata. Jadi, tubuh lo capek perang sendiri, dan itu bikin risiko penyakit serius makin tinggi, kayak jantung sama diabetes.
Jelasin lebih detail lagi tentang low grade inflamation, itu zat apa yang keluar dan gejalanya gimana, apakah bikin tubuh gampang capek ?
Oke, gue kasih detail lagi nih. Jadi, di kondisi low-grade inflammation, lemak tubuh (terutama visceral fat) ngeluarin zat yang namanya pro-inflammatory cytokines, kayak TNF-α, IL-6, sama CRP. Ini bikin tubuh lo dalam mode "perang", tapi dengan level rendah, jadi nggak kerasa langsung kayak sakit akut.
Gejalanya bisa halus, kayak gampang capek, mood nggak stabil, dan terkadang sakit sendi. Ya, karena tubuh lo sibuk terus-terusan ngadepin inflamasi, lo bisa jadi lebih gampang capek dan berat buat sembuh dari sakit kecil.
Apa yang biasa mereka rasakan? sebutkan top 5 nya!
- Lelah yang Terus Menerus. Mau tidur 12 jam atau ngopi seember, tetap aja berasa kayak zombie kehabisan tenaga.
- Sakit Sendi. Persendian lo bakal teriak minta ampun kayak rem tua yang butuh pelumas.
- Mood Jelek. Selamat datang di rollercoaster emosional, gratis untuk seumur hidup.
- Susah Sembuh. Luka kecil pun jadi drama panjang.
- Sakit Kepala. Serasa ada band rock main di otak lo tiap hari.
Apa bukti kalo si overweight dan obesity ini terjadi yang namanya low grade inflamation?
Bukti bahwa overweight dan obesitas bisa menyebabkan low-grade inflammation datang dari berbagai studi ilmiah. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan BMI tinggi punya kadar lebih tinggi dari pro-inflammatory cytokines seperti TNF-α, IL-6, dan C-reactive protein (CRP) di darah mereka. Zat-zat ini menandakan adanya inflamasi kronis yang rendah, meskipun nggak ada infeksi atau cedera yang nyata. Kadar CRP yang tinggi sering diukur sebagai indikator utama inflamasi kronis ini, dan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi penyakit jantung, diabetes, dan masalah metabolik lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar