Selasa, 01 Oktober 2024

Mengenal Bloom's Taxonomy

Dora, Esa. (2023). Bridging the Gap to Communicate Abstract Concept of Physics for Visual Learners. kata. 25. 101-106. 10.9744/kata.25.00.101-106. 

Kita semua pasti pernah mendengar istilah "Bloom's Taxonomy" entah di bangku sekolah atau di tempat pelatihan kerja. Tapi jujur saja, berapa banyak dari kita yang benar-benar paham apa sih Bloom's Taxonomy itu? Nah, singkatnya, Bloom's Taxonomy adalah model yang digunakan untuk mengukur dan mengembangkan kemampuan berpikir seseorang.

Diciptakan oleh Benjamin Bloom dan kawan-kawan pada tahun 1956, model ini membantu kita untuk lebih terstruktur dalam belajar, karena menyusun proses berpikir menjadi beberapa tingkatan, dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks.

Bayangkan kalau belajar itu seperti mendaki gunung (lebih keren daripada cuma memanjat tangga, kan?). Tingkat pertama dalam Bloom's Taxonomy adalah "Mengingat," dimana kita hanya perlu menampung informasi. Mudah? Tentu. Namun, di sinilah banyak orang berhenti dan merasa sudah jago. Padahal, kalau hanya bisa mengingat, itu baru level dasar!

Berikutnya adalah "Memahami" dan "Menerapkan." Di tahap ini, kita mulai mencerna informasi dan mencoba menggunakannya di kehidupan sehari-hari. Sederhananya, seperti memasak makanan pakai resep—bisa ingat bahan dan langkahnya, lalu praktik deh. Tapi jangan senang dulu, masih ada tiga tingkat yang lebih 'menantang hidup.'

Naik ke level selanjutnya, ada "Menganalisis," "Mengevaluasi," dan "Menciptakan." Di sinilah kebanyakan orang mulai mengeluh. "Kenapa susah amat sih?" Yah, memang belajar bukan cuma soal menghafal kan?

Analisis berarti kita membedah informasi dan menemukan pola atau hubungan. Evaluasi? Itu saatnya kita mulai kritis dan berani bilang, "Eh, kayaknya ini kurang cocok deh!" Dan akhirnya, level pamungkas yaitu Menciptakan. Di sinilah kreativitas muncul, ketika kita mampu merangkai pengetahuan yang sudah kita kumpulkan untuk menghasilkan ide atau produk baru. Kalau sampai di sini, barulah kita bisa bilang kita belajar dengan efektif.

Jadi, apa pentingnya memahami Bloom's Taxonomy ? Ya, supaya kita sadar bahwa belajar itu bukan sekedar mengingat fakta-fakta lalu sok tahu di depan orang. Bloom's Taxonomy mengingatkan kita bahwa belajar adalah proses, bukan hasil instan. Sering kali kita terjebak di level mengingat dan merasa sudah cukup, padahal perjalanan masih panjang

Jadi, yuk naik gunung Bloom's Taxonomy ini perlahan-lahan. Tidak apa-apa sesekali tersandung,  karena yang terpenting adalah kita terus mencobaIngat, belajar bukan soal jadi sempurna, tapi soal tumbuh bersama. Karena pada akhirnya, setiap langkah kecil kita di perjalanan ini adalah bentuk cinta kita pada ilmu dan diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Tujuan Kamu Tidak Berhasil (Dan Apa Yang Harus Dilakukan)

Orang-orang datang kepada saya untuk satu alasan utama: mereka stuck. Mereka punya mimpi besar. Hal-hal yang ingin mereka bangun, capai, dan...