Pendidikan di Indonesia sering banget jadi bahan perbincangan, apalagi kalau dibandingin sama negara tetangga kayak Singapura atau Australia yang udah maju banget soal pendidikan. Di episode guru gembul kali ini, dibahas kenapa Indonesia masih ketinggalan.
Katanya, korupsi di sektor pendidikan itu gila-gilaan, belum lagi kebijakan yang sering asal-asalan karena nggak didasarkan pada riset yang proper. Jadi meskipun ide-idenya oke, kalau yang ngejalanin nggak kompeten, ya ujung-ujungnya hancur. Singkatnya, kita punya masalah sistemik yang bikin pendidikan kita sulit banget buat maju.
Terus, ada pembagian lima level kompetensi pendidikan yang dijelasin. Mulai dari pedagogik yang basic banget, di mana guru harus bisa menguasai kelas dan nge-inspire murid. Lanjut ke andragogi, hetagogi, paragogi, dan level tertinggi yaitu cybergogi, di mana pembelajaran udah fully online dan global. Nah, problemnya Indonesia itu stuck banget di level satu, bahkan di situ aja udah berantakan. Padahal negara-negara lain udah lompat ke level lima, di mana murid-muridnya bisa terkoneksi secara global dan bikin project yang keren bareng murid dari berbagai belahan dunia. Kebayang kan, betapa jauh kita tertinggal?
Lebih parah lagi, ada pihak-pihak yang malah nganggap belajar dari Google itu kayak dosa besar. "Ngapain belajar dari Google?" katanya. Padahal, Google tuh sebenernya cuma tools buat kita connect ke sumber ilmu yang nggak terbatas. Jadi, mereka yang ngehina belajar dari Google sebenernya malah ngehambat kemajuan kita. Lucunya, mereka ngomong gitu demi menjaga status "otoritas" mereka sebagai guru, ustaz, atau dosen. Jadi, daripada ningkatin kompetensi diri, mereka lebih milih buat ngejaga status dengan kalimat klasik, "Jangan koreksi guru nanti kualat."
Jadi, dengan pendidikan yang lebih fokus ke hafalan dan menuhankan satu sumber informasi, anak-anak Indonesia jadi lebih kaku dan nggak bisa nerima perbedaan. Akibatnya, otak mereka jadi buntu dan nggak bisa berpikir kritis. Nah, pertanyaannya, dengan kondisi pendidikan kayak gini, akankah Indonesia bisa bertahan lebih lama? Semoga baik-baik aja sih... tapi, ya, siapa tahu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar