Pernah mendengar tentang Atomic Bombs? Ya, tentu saja. Tapi tunggu dulu, bukan itu yang akan kita bicarakan. Kali ini, kita akan menyelami dunia Atomic Habits, yang untungnya jauh lebih aman dan tentunya lebih bermanfaat untuk masa depan kita daripada mempelajari cara kerja bom. Kebetulan, kedua konsep ini berbagi dasar yang sama: kekuatan besar berasal dari hal-hal kecil.
Dalam kasus Atomic Habits, kita tidak berurusan dengan ledakan fisik, melainkan ledakan potensi dalam diri kita. Sangat menarik, bukan?Sekarang, bayangkan perubahan kecil yang kita lakukan setiap hari bisa berdampak sebesar ledakan bom atom dalam hidup kita. Lucu memang, tapi inilah esensi dari Atomic Habits.
Tidak perlu melakukan transformasi besar-besaran atau mengubah seluruh hidup Anda dalam semalam. Itu hanya di film-film. Dalam kenyataan, keajaiban terjadi melalui kebiasaan kecil yang kita bangun dan ulangi setiap hari. Bicara soal kebiasaan, kita semua tahu itu adalah perilaku yang kita ulangi sampai jadi otomatis. Seperti zombie yang berjalan ke kulkas setengah tidur di tengah malam.
Tapi tahukah Anda bahwa kebiasaan itu terdiri dari empat elemen? Ya, ada petunjuk, keinginan, respons, dan hadiah. Sederhananya, kita melihat sesuatu (petunjuk), kita menginginkannya (keinginan), kita melakukan sesuatu (respons), dan voila, kita mendapat sesuatu yang memuaskan (hadiah). Sejujurnya, terdengar seperti plot dari setiap iklan cokelat yang pernah ada.
Sekarang, bagaimana caranya membangun kebiasaan baru yang baik tanpa terasa seperti sedang menjalani latihan militer? Pertama, buatlah petunjuknya jelas dan tidak terhindarkan. Misalnya, ingin berolahraga lebih rutin? Letakkan sepatu lari Anda tepat di depan pintu. Jadi, setiap kali Anda ingin keluar, Anda akan teringat, "Oh iya, saya harus berlari." Sungguh, cara yang halus untuk mengingatkan diri sendiri.
Apa yang bisa kita pelajari dari orang yang membuat Netflix hanya bisa diputar saat dia sedang bersepeda? Ya, itulah yang disebut 'bundel godaan'. Mengaitkan sesuatu yang kita sukai dengan kebiasaan baru yang ingin kita bangun. Jadi, jika Anda ingin lebih sering membaca, coba iklankan diri Anda dengan "Hanya bisa minum kopi setelah membaca setidaknya dua halaman buku." Mendadak, membaca terasa seperti hadiah, bukan hukuman.
Jangan lupa tentang kepuasan segera. Kita semua tahu, di dunia ini yang penuh dengan gratifikasi instan, menunggu hasil jangka panjang dari kebiasaan baik terasa seperti menunggu air mendidih tanpa panci. Solusinya? Beri diri Anda pujian atau hadiah kecil setiap kali Anda menyelesaikan kebiasaan baik Anda. Sekecil apa pun itu. Seperti memberi tanda centang di kalender.
Sederhana, tapi secara psikologis sangat memuaskan.Jadi, meski Atomic Habits dan Atomic Bombs berbagi kata 'atomic', dampaknya tentu sangat berbeda. Yang satu bisa menghancurkan dunia, sementara yang lain bisa membangun kembali dunia Anda, satu kebiasaan kecil dalam satu waktu. Mirip, bukan? Mari kita pilih untuk menjadi pembangun, bukan penghancur.
Ingat, perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah kecil - atau dalam hal ini, satu kebiasaan kecil. Mulailah dari sekarang, dan siapa tahu, mungkin Anda akan terkejut dengan seberapa jauh Anda bisa pergi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar