Jumat, 26 Januari 2024

Risk Mindset dan 6 Pertanyaan Mendasarnya


Manajemen risiko sering kali dipandang sebagai landasan kesuksesan proyek dan bisnis. Ini adalah pendekatan disiplin untuk menghadapi hal-hal yang tidak diketahui - "bagaimana jika" yang mengintai di setiap sudut upaya profesional kita. 

Namun, terlepas dari peran pentingnya, proyek dan bisnis terus mengalami kegagalan, yang sering kali disebabkan oleh ketidakcukupan dalam praktik manajemen risiko. Narasi ini berupaya mengeksplorasi esensi manajemen risiko, tantangannya, dan bagaimana pergeseran pola pikir dapat secara signifikan meningkatkan efektivitasnya.

Inti dari manajemen risiko adalah untuk melindungi proyek dan bisnis dari ketidakpastian yang tak terelakkan yang mereka hadapi. Entitas-entitas ini pada dasarnya adalah usaha yang berisiko, di mana kesuksesan adalah tentang mengelola potensi jebakan dan juga tentang perencanaan dan eksekusi strategis. 

Penekanan pada tindakan proaktif, daripada respons reaktif, menciptakan ruang terstruktur di mana risiko dapat dikelola secara efektif. Hal ini menumbuhkan budaya konsensus dan fokus, menyelaraskan para pemangku kepentingan terhadap tujuan bersama dan memitigasi risiko secara terpadu.

Namun, tema kegagalan yang berulang dalam proyek dan bisnis menunjukkan masalah yang lebih dalam - masalah mendasar dalam cara memandang dan mengelola risiko. Fokus tradisional pada tiga T:

  1. (Techniques) Teknik, 
  2. (Tools) Alat, dan 
  3. (Team) Tim, 
Meskipun penting, tidaklah cukup. Ada T keempat yang sering diabaikan yaitu (Thinking) Berpikir. 

Cara kita berpikir tentang risiko pada dasarnya mempengaruhi pendekatan kita dalam mengelolanya. 

***

Manajemen risiko mengelola risiko, namun...

Di sinilah konsep "(Risk Mindset) Pola Pikir Risiko" berperan, mengusulkan pemahaman yang lebih matang dan bernuansa tentang risiko.


Apa yang membuat Anda berpikir tentang "risiko"?

Pandangan umum tentang risiko sebagian besar bersifat negatif :

  1. Mengasosiasikannya dengan masalah, 
  2. Kekhawatiran yang tidak perlu, dan 
  3. Biaya tambahan - yang pada dasarnya merupakan penghalang bagi bisnis. Perspektif ini membatasi dan kontraproduktif. 

Best practice view

Akan tetapi, pandangan praktik terbaik menempatkan risiko sebagai bagian integral dari perencanaan strategis. Hal ini adalah tentang mengidentifikasi apa yang tidak kita ketahui dan menggunakan pengetahuan tersebut sebagai sistem peringatan dini untuk mengatasi potensi masalah. 

Pendekatan ini mengubah manajemen risiko dari penghambat bisnis menjadi pendorong bisnis, sehingga memungkinkan pengambilan risiko yang terkelola yang dapat menghasilkan inovasi dan pertumbuhan.

Masa Depan Hilirisasi Nikel


Harga acuan nikel di London Metal Exchange sejak awal tahun 2023 sampai akhir tahun jatuh sampai 45% nilainya. Belum lagi adanya A Foreign Entity of Concern atau FEOC yang ditetapkan oleh pemerintah AS pada bulan Desember 2023 efektif sekali mencegah perusahaan Tiongkok memenuhi syarat keringanan pajak Inflation Reduction Act (IRA). “ Kata Cha. Saya senyum aja. 

Selama bertahun-tahun, perusahaan China telah berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk memanfaatkan cadangan nikel terbesar di dunia, yang merupakan bahan baku utama yang secara tradisional digunakan di sektor baja tahan karat, industri kendaraan listrik (EV). Namun arus investasi mulai surut karena hambatan IRA dan ditemukannya LFP sebagai substitusi Nikel untuk baterai EV.

Senin, 22 Januari 2024

Science vs Applied Science : Perbedaan dan Persamaannya apa ya?

 

image source

Dalam dunia yang terus berkembang dan penuh inovasi ini, pemahaman mendalam tentang Science (Ilmu Pengetahuan) dan Applied Science (Ilmu Terapan) menjadi semakin penting. Anda, sebagai pembaca yang cerdas dan ingin terus berkembang, sudah berada di jalur yang tepat dengan mengeksplorasi topik ini.

Artikel ini akan membantu Anda memahami baik perbedaan maupun persamaan antara kedua bidang penting ini, menggarisbawahi bagaimana keduanya saling melengkapi dalam menunjang kemajuan dan inovasi.

The 10-15 Rule : Mengelola Proyek Pribadimu dengan Efektif

Dalam dunia yang serba cepat ini, mengelola berbagai proyek bisa menjadi tantangan. Namun, dengan mengikuti Aturan 10-15, Anda dapat meningkatkan produktivitas dan fokus Anda. Berikut adalah langkah-langkah kunci untuk menerapkan aturan ini dalam kehidupan sehari-hari.

1. Brainstorm : Membuat Daftar Proyek ✎

Langkah pertama adalah membuat daftar semua proyek Anda. Ini termasuk:

Greenflation vs Ekonomi sirkular


Dalam menghadapi perubahan iklim akibat global warming, para ekonom dan politisi membuat kebijakan yang mengatur tentang green economy sebagai cara transisi energi yang ramah lingkungan. Namun aturan itu berbiaya mahal,  bukan hanya dari sisi lingkungan tetapi juga merusak rantai pasokan pangan. Kenaikan harga terjadi lantaran perusahaan mengeluarkan anggaran lebih untuk melakukan transisi energi mengingat biaya penggunaan energi hijau dianggap masih lebih mahal dibandingkan fosil.

Paradox dari green economy itu contoh yang vulgar adalah biodisel dari CPO. Sekilas memang solusi menggantikan energi dari fosil dan berkelanjutan. Tetapi pada waktu bersamaan, akibat konversi food ke fuel itu terjadi kelangkaan pangan dengan harga terus melambung. Tuh lihat harga minyak goreng jadi naik. Padahal sebelum ada biodisel minyak goreng tidak naik. Kerusakan ekosistem akibat deforestation untuk tanaman monokultur berskala luas, yang mengakibatkan peningkatan emisi karbon dan tidak terjadi pertumbuhan berkelanjutan.

Contoh yang lebih vulgar lagi adalah kendaraan listrik (EV). Mengganti BBM dengan baterai dari nikel atau lithium. Tujuannya agar mengurangi emisi karbon. Tetapi dampak dari penambangan nikel itu telah mengakibatkan terjadinya deforestation yang luas dan rusaknya ekosistem berupa limbah yang massive. Belum lagi untuk proses smelting menggunakan batubara sebagai fuel energi yang polutan. Artinya semakin luas penggunaan EV bukannya semakin berkurang emisi karbon tetapi justru semakin meningkat. Paradox memang. Dan lagi nikel tidak bisa diperbarui, yang tentu paradox terhadap program sustainable development.

Pembangkit tenaga surya memang solusi bagi green economy. Tetapi polysilicon sebagi bahan kaca untuk panel surya terbuat dari pasir silica. Penambangannya jelas merusak ekologi baik di darat maupun di laut. Dampaknya dalam jangka panjang bisa mengurangi produktifitas pangan baik agro maupun hasil laut. Lahan pertanian berkurang kesuburannya dan tangkapan ikan di laut semakin berkurang. Mengakibatkan harga pangan jadi naik.

Makanya timbul istilah greenflation sebagai paradox akibat dari adanya green economy. istilah greenflation kali pertama berasal dari Direktur Executive European Central Bank Isabel Schnabel pada The New York Times. Yang kemudian di populerkan oleh ekonom iklim, Gernot Warner dari Columbia Business School. Lantas apa solusinya ? Slah satu solusinya adalah dengan beralih dari masyarakat sekali pakai (disposable society), yang mana produk sudah menjadi usang, dan beralih ke Ekonomi Sirkular (Circular Economy) , yang mana produk dirancang untuk memiliki siklus hidup lebih lama, dua kali, atau lebih. 

Untuk lebih jelasnya, ekonomi sirkular bukanlah tentang mendaur ulang sesuatu ketika sudah mencapai akhir masa pakai atau kegunaannya. Ekonomi sirkular didasarkan pada tiga prinsip, yang didorong oleh desain. 1. Menghilangkan limbah dan polusi. 2. Sirkulasikan produk dan bahan dengan nilai tertinggi. 3.  Meregenerasi alam. Dengan tiga prinsip ini makan pertumbuhan ekonomi tidak lagi menyatu dengan SDA kalau itu merusak linkungan dan tidak berdampak kepada emisi karbon nol. Untuk mencapai circular economy ini maka ESG (Environmental, Social, and Governance) diterapkan sebagai standar kepatuhan.

Ada 7 prinsip ekonomi sirkular. 

Pertama. Bahan didaur ulang dengan nilai tinggi yang berkelanjutan. Menurut Global Footprint Network (GFN) dan York University, Kanada, pada tingkat konsumsi saat ini, umat manusia menggunakan setara dengan 1,75 kali sumber daya alam bumi setiap tahunnya. Menurut The World Counts , kita membuang dua miliar ton sampah rumah tangga setiap tahunnya, secara global – yang berarti 60 ton sampah rumah tangga per detik.  Sampah yang bisa didaur ulang untuk kompos meningkatkan produksi pangan dan sumber energi pembangkit listrik tenaga sampah. Itu yang harus dilakukan sebagai sumber energi bukan batubara. 

Kita juga menghasilkan 50 juta ton limbah elektronik per tahun, yang setara dengan membuang 1.000 laptop setiap detiknya. Hal ini tidak hanya sangat boros, tetapi juga merusak ekologi. Oleh karena itu, kita perlu memutus pola produksi dan konsumsi linear 'Ambil-Buat-Sampah' dan mengambil nilai serta manfaat dari apa yang saat ini kita buang, seperti besi, tembaga, alumnium dan lain lain  yang diolah kembai  menjadi bahan-bahan bernilai tinggi. Bukan sekedar daur ulang.

Kedua. Semua energi didasarkan pada sumber terbarukan. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk teknologi pembangkit dan penyimpanan energi dirancang untuk pemulihan ke dalam sistem. Energi disimpan dan dialirkan secara cerdas ketika nilai energi yang lebih rendah tersedia untuk digunakan, seperti aliran panas. Kepadatan konsumsi energi disesuaikan dengan kepadatan ketersediaan energi lokal untuk menghindari hilangnya energi struktural dalam transportasi. Konversi antar jenis energi dihindari, begitu pula transportasi. Sistem ini dirancang untuk efisiensi energi maksimum tanpa mengorbankan kinerja dan keluaran layanan sistem.

Ketiga. Keanekaragaman hayati didukung dan ditingkatkan melalui aktivitas manusia. Karena salah satu prinsip inti dalam bertindak dalam ekonomi sirkular adalah untuk menjaga kompleksitas, maka melestarikan keanekaragaman hayati adalah prioritas utama. Habitat, terutama habitat langka, tidak dirambah atau dirusak secara struktural akibat aktivitas manusia. Pelestarian keanekaragaman ekologi merupakan salah satu sumber inti ketahanan biosfer. Kerugian material dan energi ditoleransi demi pelestarian keanekaragaman hayati; ini adalah prioritas yang jauh lebih tinggi.

Keempat. Masyarakat dan budaya manusia dilestarikan. Sebagai bentuk lain dari kompleksitas dan keragaman (dan karenanya ketahanan), budaya manusia dan kohesi sosial sangatlah penting untuk dipertahankan. Dalam ekonomi sirkular, proses dan organisasi menggunakan model tata kelola dan manajemen yang tepat, dan memastikan bahwa proses dan organisasi tersebut mencerminkan kebutuhan para pemangku kepentingan yang terkena dampak. Kegiatan-kegiatan yang secara struktural merusak kesejahteraan atau keberadaan budaya unik manusia dihindari bahkan dengan biaya yang tinggi.

Kelima. Kesehatan dan kesejahteraan manusia dan spesies lain didukung secara struktural. Zat beracun dan berbahaya diminimalkan dan dijaga dalam siklus yang sangat terkendali, dan pada akhirnya harus dihilangkan seluruhnya. Aktivitas ekonomi tidak pernah mengancam kesehatan atau kesejahteraan manusia dalam ekonomi sirkular. Misalnya, keberhasilan mendaur ulang limbah elektronik dengan meminta orang membakarnya di atas api terbuka tidak dianggap sebagai aktivitas “lingkaran” meskipun faktanya hal tersebut menghasilkan pemulihan material.

Keenam. Aktivitas manusia memaksimalkan penciptaan nilai sosial. Material dan energi saat ini tidak tersedia dalam jumlah yang tidak terbatas, sehingga penggunaannya harus memberikan kontribusi yang berarti terhadap penciptaan nilai sosial. Bentuk-bentuk nilai di luar finansial mencakup: estetika, emosional, ekologi, dan lain-lain. Nilai-nilai ini tidak dapat direduksi menjadi ukuran umum tanpa membuat perkiraan kasar atau menerapkan penilaian nilai subyektif; oleh karena itu, kategori-kategori tersebut diakui sebagai kategori nilai tersendiri. Pilihan untuk menggunakan sumber daya akan memaksimalkan perolehan nilai di sebanyak mungkin kategori, bukan sekadar memaksimalkan keuntungan finansial.

Ketujuh. Sumber daya air diekstraksi dan didaur ulang secara berkelanjutan. Air adalah salah satu sumber daya bersama yang paling penting: kuantitas dan kualitas air yang cukup sangat penting bagi perekonomian dan kelangsungan hidup kita. Dalam ekonomi sirkular, nilai air dipertahankan, disirkulasikan untuk digunakan kembali tanpa batas waktu, dan pada saat yang sama memulihkan sumber daya berharga dari air bila memungkinkan. Sistem dan teknologi air meminimalkan penggunaan air tawar, dan memaksimalkan pemulihan energi dan nutrisi dari air limbah. Perlindungan daerah aliran sungai diprioritaskan, dan emisi berbahaya terhadap ekosistem perairan dihindari sebagai prioritas utama.

Kesimpulannya. Kita tidak boleh terlalu boros dengan sumber daya alam yang terbatas. Mengekstraksi dan menggunakan bahan bakar fosil, logam, mineral, dan logam tanah jarang untuk mendukung kehidupan kita di abad ke-21 menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang semakin meningkatkan suhu global. Pengadaan bahan mentah dan proses produksi dapat menyebabkan polusi udara dan air, kontaminasi air tanah dan tanah, serta rusaknya habitat dan komunitas lokal. Ekonomi sirkular jawabannya.

sumber : ddb group


Minggu, 21 Januari 2024

8 Penelitian Terkini di Bidang Genetika

 


Selalu ada sesuatu yang baru dan mengejutkan di setiap penelitian yang kekinian. Mari kita jelajahi beberapa temuan terbaru yang mungkin belum sempat Anda dengar.

CRISPR - Lebih dari Sekadar Gunting Genetik

Oh, CRISPR, teknologi yang terus membuat kita tercengang. Sekarang, alat ajaib ini tidak hanya mengedit DNA, tapi juga menjanjikan terapi untuk penyakit genetik yang dulu kita pikir tak tersembuhkan. Mirip dengan mendapatkan lampu ajaib, tapi untuk DNA. Detail lebih lanjut tentang ini dapat ditemukan di Military Medical Research​​ dan Nature​​.


Epigenetik - Bukan Sekadar DNA Anda

Ternyata, lingkungan kita memainkan peran rahasia dalam mengontrol gen kita. Tanpa mengubah DNA kita, mereka seperti sutradara yang diam-diam mengarahkan adegan. Biar saya tebak, ini tentang "nature vs nurture" lagi, kan?


Penyakit Langka - Tidak Lagi Terabaikan

Akhirnya, dunia ilmiah memberikan perhatian yang layak pada penyakit langka. Siapa tahu, penelitian ini bisa membuka pintu untuk memahami kondisi yang lebih umum. Itu seperti menemukan harta karun tersembunyi dalam sel.


Genomik dan AI - Duo Dinamis

Ketika AI bertemu dengan genomik, itu seperti membawa Sherlock Holmes ke laboratorium. AI ini sedang membantu kita mengurai teka-teki data genetik yang rumit, menuju perawatan yang lebih pribadi. Karena, tentu saja, kita semua spesial dan unik, kan?


Evolusi - Melihat ke Masa Lalu

Penelitian DNA kuno ini bukan hanya untuk para peneliti yang terobsesi dengan masa lalu. Ternyata, ini memberi kita petunjuk tentang bagaimana kita berevolusi dan beradaptasi. Seperti melihat album keluarga kuno, tapi untuk seluruh spesies.


Diversitas Genetik - Akhirnya Dapat Perhatian

Setelah lama diabaikan, peneliti akhirnya menyadari bahwa mempelajari genetika berbagai populasi itu penting. Selamat datang di abad ke-21, di mana keragaman akhirnya diakui dalam studi genetik.


Genetika vs. COVID-19

Siapa yang menyangka bahwa genetika kita bisa mempengaruhi bagaimana kita merespons virus COVID-19? Ini seperti menemukan bahwa Anda memiliki tameng super rahasia terhadap virus, atau mungkin tidak.


Microbiome - Lebih dari Sekadar Bakteri

Mikrobioma usus tidak hanya tentang pencernaan. Ternyata, mereka berbicara dengan gen kita, mempengaruhi segalanya dari sistem imun hingga berat badan dan kesehatan mental. Jadi, mungkin saatnya mempertimbangkan lebih serius tentang apa yang kita makan?


Kemajuan dalam genetika ini sungguh menakjubkan dan terus membuka cakrawala baru dalam pemahaman kita tentang diri kita dan dunia sekitar kita. Bukan hanya tentang mengetahui dari mana kita berasal, tetapi juga ke mana kita bisa pergi dengan pengetahuan ini.

Jumat, 19 Januari 2024

Kekayaan itu bukan berharta.



Ada orang katakanlah bernama “ Dodol”. Dari usia muda dia bekerja keras sebagai pedagang tradisional. Dari laba yang ditabung. Dia beli ruko di kawasan elite yang sedang berkembang.  Buka usaha restoran. Usahanya tumbuh pesat. Dia semakin tajir. Beli rumah dan kendaraan mewah sebagai pelengkap status orang kaya. P Hidupnya berjalan happy. Satu saat datang temannya membawa peluang. Temanya ini tidak cerita panjang lebar. Dia memperlihatkan rekening trading valas. Dodol terpesona.

“ Dan ini saya dapat tanpa kerja banyak. Hanya duduk di rumah uang mengalir. “ kata temannya. Dodol orang biasa. Ordinary man. Dia tidak punya cukup literasi memahami itu semua. Dodol melihat fakta dan dia percaya. Apalagi temanya cerita.” ada software trading yang bekerja seperti robot yang memastikan untung.” Sebelum Dodol mikir, temannya berbisik “ Jangan bilang siapa siapa. Ini peluang terbatas. Siapa cepat siapa dapat” Kata temannya lagi. Dodol terjebak.

Dodol memulai investasi hanya 1% dari uang cashnya. Proses yang sangat mudah meraih laba.Tidak seperti usaha yang dia kelola selama ini. Walau berkali kali uang nya raib namun dia pernah merasakan untung. Itu membuat dia terpancing secara emosi. Terus keluar uang. Temannya datang lagi menawarkan produk investasi yang berbunga tinggi. Daripada tabung dibank, kan lebih baik invest di product linked Asuransi. Lebih baik beli reksadana. Lebih baik produk investasi berbasis emas. Semua cerita tetang keamanan dan bunga tinggi. Dodol terpengaruh.  

Waktu berlalu dan Dodol bukannya bertambah tajir malah semakin terjebak utang. Karena setelah uang cash habis, dia berhutang  dengan menggadaikan rumah dan restorannya untuk program investasi macam macam yang menawarkan selalu too good to be true. Sampai akhirnya rumah dan restorannya disita. Karena harapan bertambah kaya dengan mudah, ternyata mudah membuat dia lupa diri dan terjebak utang tak terbayar seiring harapan laba sirna ditelan oleh kerakusan skema ponzy.

Data OJK, investasi bodong ditaksir nyaris mencapai Rp 139 triliun. Angka tersebut setara dengan membangun 12.600 sekolah atau 504 rumah sakit atau 1.260 km jalan tol atau 3.200 km rel kereta api. Korbannya adalah kelas menengah seperti “Dodol” itu. Kemudian ponzy meredub, karena engga adalagi orang bego yang kaya. Kini yang jadi sasaran adalah orang dengan income dibawah Rp 10 juta sebulan yang gede keinginan.  Mereka kena jebak Pinjol dan Judi online. Tnggal tunggu waktu aja, nasip mereka akan sama dengan Dodol.

Orang yang miskin literasi selalu melihat kekayaan itu identik dengan harta. Otak nya tidak memberikan informasi utuh kecuali memberikan informasi yang ada dalam ilusinya., kesenangan hidup. Punya mobil dan rumah mewah, selir cantik jelita, hidup glamour ditempat berkelas. Piknik ke manca negara. Nah orang yang miskin literasi itu mudah terpancing jadi target untuk dikorbankan bisnis ponzy. Mengapa ? Mayoritas penduduk planet bumi ini miskin literasi. Persepsi mereka bahwa kekayaan (Wealth )  itu sama dengan harta ( asset). Padahal beda sekali. 

Kekayaan itu berkaitan dengan intelektual dan spiritual. Kekayaan itu didapatkannya lewat proses yang keras dan rumit. Tanpa  kekuatan intelektual dan spiritual tidak mungkin mereka bisa lewati proses itu. Jadi ada keseimbangan antara intelektual dan spiritual. Persepsi mereka kekayaan itu secara personal adalah liabilities, bukan asset. Makanya orang kaya tidak akan pernah percaya too good to be true atau skema ponzy atau investasi bodong. Apalagi pamer harta. Mereka focus kepada process, yang didalamnya ada pengetahuan  tentang berusaha, bersabar, bersukur dan mencintai. Mereka punya tanggung jawab sosial dan moral menjaganya sepanjang usia.



sumber : copas from DDB group

Rabu, 17 Januari 2024

Feel‐Good Productivity

Ali discovered that feeling good while he worked increased his energy and creativity. Being more energized and creative boosted his productivity. 

And being productive made him feel better. It was a virtuous cycle of productivity. You can activate this virtuous cycle by frequently asking the question:

“What would this look like if it were fun?”

Repeat this question to yourself until you discover a way to transform your work tasks into enjoyable experiences. Accelerate this process by considering three feel‐good conditions: 

  1. curiosity,
  2. connection, and
  3. confidence.

These three feel good conditions are like light switches you can turn on before getting to work.

When you turn these switches on, you trigger feel‐good hormones ‐ dopamine, oxytocin, and serotonin ‐ to fuel a highly productive feelgood state.

  • You can turn on before getting to work.
  • When you turn these switches on, you trigger feel‐good hormones :
    • dopamine, oxytocin, and serotonin 
    • to fuel a highly productive feelgoodstate.

The Curiosity Switch

Turn on your curiosity switch by giving yourself a side quest every day. Matthew Dicks, a world champion storyteller and bestselling novelist, is a master at creating side quests.

When Matthew worked the McDonald's drive‐thru in his twenties, he created an upselling game to make his workdays exciting. Some days, I decided it was barbecue sauce day” he says, “and for the rest of the day, I'd add a mini sales pitch to each order I took. If the customer ordered a Big Mac and fries, I'd ask them, ‘Would you like sauce with that?"

If they said no, I'd smile and say, ‘Well, I'd really recommend the barbecue sauce. Nothing beats that.’ Usually, at this point, they would be a little taken aback but then say, ‘Okay, I'll take the sauce.’

This playful upselling side quest turned Matthew’s mundane McDonald's job into an adventure he looked forward to because he was eager to see how many customers would opt for the sauce.

Upselling is just one example of a side quest you can add to your workday. Other examples include:

  • Building and playing the perfect music playlist for your work.
  • Working in different locations (like a park or café).
  • Setting a 20‐minute timer for every work block to see how much you can get done in 20 minutes and then take a screenshot of your progress.
  • Spending 15 minutes every hour experimenting with different ChatGPT prompts to streamline your work.

Scheduling side quests throughout your workday will keep you curious about upcoming side quests, and that curiosity will filter into your work. 

So, when you write out your to‐do list for the day, ask yourself: 

“What is my side quest today?”


The Connection Switch

While writing his book, Ali frequently attended a free virtual coworking space called the Writers’ Hour, hosted by the London Writers’ Salon.

He explains in the book, “Every weekday four times a day, a few hundred writers assembled on a Zoom video call. On the call, the facilitator spends five minutes sharing a motivational message and asking participants to post in an online chat what their intention for the writing session is going to be. Then, for 50 minutes everyone minimizes their zoom window and works away at their computer. These sync sessions are incredibly helpful for keeping me energized even though we're all working on different things. Working in tandem with others had a huge effect on my ability to focus and feel better.” (paraphrased) Virtual coworking spaces, like the one Ali attended, are widely available through sites like Focusmate, Flow Club, and Cave Day.

Whatever you’re about to work on :

  • get around people online or in person who are doing similar work so you can work in tandem with them and feel connected. 
  • If this isn't possible for you, just take 20 seconds to close your eyes before working to think of people doing similar work and striving for similar goals. 
  • Feel like you are part of a team that is working toward a collective goal to turn your connection switch.


The Confidence Switch

You will put off working and procrastinate when your work creates fear and uncertainty 

(i.e. when you fear you can’t meet expectations and are uncertain about what steps to take next). One way to move past fear and uncertainty is to mimic the confidence of a highly skilled person.

  • In college, author Ali Abdaal earned money as a magician at parties. When he experienced self‐doubt, 
  • He thought of a master magician and pretended to have his confidence. Mimicking the confidence of a master magician allowed him to enjoy events and execute his well‐rehearsed magic tricks flawlessly.

If you're resisting a work task, watch a YouTube video of someone performing the task masterfully or close your eyes and imagine an expert executing the task. Then, embody their confidence for the next 10 minutes. I often do this when writing ‐ I imagine my favorite author cranking out work on a computer and then start writing as though I am a confident writer, and don’t worry if my work sucks. After 10 minutes, I have a few good ideas and start enjoying the work.

source : Ali Abdaal

Kenapa Tujuan Kamu Tidak Berhasil (Dan Apa Yang Harus Dilakukan)

Orang-orang datang kepada saya untuk satu alasan utama: mereka stuck. Mereka punya mimpi besar. Hal-hal yang ingin mereka bangun, capai, dan...